January 4, 2008
· Filed under Tulisan · Tagged Iseng

Ber-blog ria ternyata asyiikk… hihihi. Kaga nyangka gue. Selama ini nulis ya nulis aja di buku trus diketik di kompie. Kaga pernah terpikirkan untuk dipublikasikan di internet.
Kayaknya aku termasuk orang yang ketinggalan jaman ya?
Ya sutra lah! Toh semua keterlambatan pasti ada hikmahnya. Seperti film ‘JANJI JONI’ yang tayang di RCTI siang tadi pukul 13.00, keterlambatannya mengantar roll film malah menciptakan momen romantis dengan cewek manis. Dan semoga keterlambatan aku mengenal dunia BLOG juga beranugerah seorang CEWEK Manis! Huahaha!!!
January 4, 2008
· Filed under Tulisan · Tagged Catatan

Inspirasi tak akan pernah dapat diduga kapan akan datang. Seperti yang pernah saya katakan di tulisan “Pilih Mana, Hujan atau Kering?” Ketika ia datang sebagai hujan, maka konsekuensinya harus ditanggung.
Tadi pagi pukul 01.30 wib ketika aku beranjak untuk tidur (setelah maen game ‘Age of Empire’), seperti biasa hayalan terlebih dahulu terbang sebagai dongeng pengantar tidur. Saat itu aku menghayalkan berada di dalam mesin waktu yang membawa kepada masa kuliah dulu. Namun hayalan itu tidak bisa membuat aku tertidur, jadi terpaksa aku cari topik hayalan yang lain.
Kemudian hayalan membawa aku dengan sendirinya menuju ratusan cerita dari komik, novel, dan cerita-cerita kemudian yang pernah kubaca. Dari mulai genre komedi, misteri, thriller, fantasi, drama, cinta, dan lain-lain. Ratusan cerita itu satu-persatu muncul dalam sequences yang padat. Seperti gambaran sketsa tertoreh dalam kalkir dan satu-persatu disusun membentuk layer yang kemudian membentuk sebuah pola abstrak
Dan pola itulah inspirasi itu
Silahkan baca postingan puisi sebelum catatan ini kutulis. Puisi itu berjudul METAMORFOSA’. Kalau ku-analisa secara subjektifitas pribadi, maka puisi ini adalah puisi terbaik yang aku ciptakan dalam rentan 1 bulan ini. Dan dengan sendirinya, puisi itupun masuk ke dalam liang Obsesi yang terbawa sampai dengan menjelang tidur.
Dalam waktu beberapa menit, satu-persatu ide terkumpulkan. Saat itu aku menimbang-nimbang. Pergi dari tempat tidur dan segera menuliskan ide itu ke dalam buku ide ataukah tetap berbaring di tempat tidur menunggu kesadaran menjadi tipis? Setelah sebentar berdiskusi dengan tubuh maka aku mengalah. Kubiarkan tubuhku istirahat dan menikmati tidur itu hingga subuh.
Untunglah! Inspirasi tetap segar terasa setelah bangun pagi dan lekas mandi. Dua lembar kertas terisi dengan ide-ide dan siap untuk diolah kemudian waktu. Semoga… moodku kali ini tidak terombang-ambing oleh nafsu. Agar dapat kuselesaikan cerita ini sampai akhir tutup buku.
Amiiiinn!!!
Inspirasi ga akan pernah bisa diduga kapan ia akan datang
January 4, 2008
· Filed under Puisi · Tagged Manusia

Tunas jingga
Kesedihan tiada tara
Daun hijau perdana
Harapan n’uk tumbuh jadi permata
Basmallah
Tangisan pertama
Jati diri mula
Terselip do’a
Lukisan abstrak
Melukiskan awan berarak
Terbuka perlahan para tabir
Dan masih saja berzikir
Semilir angin membawa tanya
Mana maya mana nyata
Disuapi dijamahi diteliti
Semua mahluk seolah peri
Tak ada yang seindah jalan raya
Semua tempat adalah jalan raya
Waktu terus berjalan cepat
Tak ingat kapan memulai beraksara
Hidup bersama awan, hujan, dan petir terasa berat
Semakin lenyap tatkala cinta dirasa
Tatkala bertopik perihal mentari
Keramaian di dalam sepi
Adu pedang iman di sana-sini
Yang lemah bersembunyi
Yang kuat merantai hati
Tunas jingga berakar pati
Tumbuh, tumbuh dan terus tumbuh
Pilihan datang untuk dipilih
dan godaan selalu datang bermisi rayu
Menjadi apakah tunas jingga?
Berlumuran darah
penuh dosa
Berlumuran cinta
penuh pahala
Ataukah diam dan cukup tumbuh?
Tanpa berpikir akan eksistensi nyawa yang diusung tubuh?
Melakonkan metamorfosa
Yang tanpa bentuk dan tanpa wajah?
January 1, 2008
· Filed under Puisi

Suara terompet seolah sangkakala menjemput kematian
Pergantian jiwa telah dilakukan
Hingar-bingar lebih seperti upacara pemakaman
Transaksi tukar zaman dengan harapan
Kembang api menjadi hiasan
Seolah tembakan laso mengenang pahlawan
Baru saja pergantian tahta tahun diupacarakan
Sudah mulai memikirkan upacara n’tuk tahun depan
Akan bagaimanakah jiwa manusia menggiring awan?
Mungkin itulah yang patut n’tuk dipertanyakan
December 30, 2007
· Filed under Tulisan · Tagged Alam

IDE MENULIS ditunggu datang dengan penuh harapan.
Seperti menunggu hujan
Terkadang ide datang secara sporadis dan tak terkendali, jadi harus buru-buru untuk dimuntahkan di kanvas pena. Atau terancam LUPA… sampai-sampai terkadang jadi tak bisa tidur demi berlomba dengan banjir. Ini dapat dikatakan sebagai Banjir IDE.
Terkadang sebaliknya, ide ga muncul-muncul juga walau sudah dilakukan acara ritual ‘tari minta hujan’. Alhasil sawah pena kering dan terancam gagal panen.
Jadi pilih mana??? Banjir atau Kering.
*** yg terkena banjir di seluruh Indonesia bersyukurlah… kekeringan lebih menyengsarakan daripada kebanjiran.
December 28, 2007
· Filed under Puisi · Tagged Alam

Terbang ke sini, helaian rambut untuk kau belai
Susupi dahan ranting, danau air mata, dan sawah Sang Penyair
Cercahi ke kedalaman
Suapi ke kehausan
Telaah makna terdalam
Hingga tertidur pulas di ranjang kedamaian
Kematian buatmu hanyalah seonggok cerita
Kehidupan buatmu hanyalah pertanda nyawa
Sepi kau berjemari di tengah fajar
Sedu sedan penyair kau lewati dengan lirikan yang gemulai
Para penabuh bedug terdiam menyaksikan
Ada malaikat yang melewati pusara keheningan
Engkau tetap berlalu
Dan masih dengan gemulai lirikanmu
Engkaulah Angin kering yang membawa sayap buana
Jika boleh sekali ni saja
Bawa aku mencintai dunia yang telah menciptakan cinta
Rindukan hembusan angin yang membawakan rindu
Kemudian berhenti
Lalu bernyanyi